TIFU WAEKONIT — Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Tifu Waekonit merayakan Natal Kristus sekaligus mensyukuri Hari Ulang Tahun ke-69 SMTPI, Minggu (21/12/2025) dini hari. Ibadah berlangsung khidmat di Gedung Gereja Maranatha, dengan melibatkan anak-anak, remaja, orang tua, serta warga jemaat.
Perayaan ini mengusung tema HUT, “Anak dan Remaja GPM Menjadi Agen Perdamaian”, sejalan dengan tema Natal, “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera bagi Semua.” Tema tersebut menegaskan peran strategis anak dan remaja gereja sebagai pembawa nilai-nilai damai dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.
Refleksi Natal: Anak dan Remaja sebagai Generasi Emas
Refleksi Natal disampaikan oleh Ny. Pendeta D. Lainsamputty,S.Si.Teol, yang menekankan bahwa anak dan remaja GPM merupakan generasi emas sekaligus penerus gereja, keluarga, bangsa, dan negara.
Menurutnya, di usia ke-69 tahun, SMTPI telah menunjukkan kesetiaan dalam membina anak dan remaja agar tekun belajar, bertanggung jawab, serta mampu mengambil peran sebagai agen perubahan dan duta perdamaian.
“Menjadi agen perdamaian bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan keteladanan, tindakan nyata, serta pendampingan berkelanjutan dari para pengasuh, orang tua, dan pelayan gereja,” ujarnya dalam refleksi Natal.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendorong kedisiplinan belajar serta membimbing anak agar bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya di tengah tantangan perkembangan teknologi saat ini.
Kebersamaan Jemaat dan Harapan Pengasuh
Ibadah Natal dan syukur HUT ke-69 SMTPI ini turut dihadiri pelayan khusus Jemaat GPM Tifu Waekonit, para pengasuh SMTPI, orang tua, serta warga jemaat.
Ketua Pengasuh SMTPI GPM Tifu Waekonit, Ayub Solissa, menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam suasana damai dan penuh kasih.
Ia berharap agar anak dan remaja GPM, bersama orang tua, semakin memperhatikan jam belajar anak serta tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan dan toleransi, khususnya dalam menyambut Perayaan Natal 25 Desember 2025.
“Dalam semangat Natal, mari kita terus menjaga tali silaturahmi dengan sesama umat beragama, sesuai slogan kita: Geba kai wait—katong orang kaka deng ade,” tutupnya.
Penulis: Ersol
Kaperwil Maluku Timur
