"Dari Rumit ke Relevan". BI Kalsel Siapkan 100 Titik Tukar Uang dan Ajak Jurnalis 'Sederhanakan' Bahasa Ekonomi

Header Menu

Koran online

Koran online
Mengukap Fakta Dan Menginspirasi Perubahan

Kontributor

"Dari Rumit ke Relevan". BI Kalsel Siapkan 100 Titik Tukar Uang dan Ajak Jurnalis 'Sederhanakan' Bahasa Ekonomi

Senin, 09 Februari 2026

 




BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (BI Kalsel) mengambil langkah proaktif dalam menyongsong dinamika ekonomi tahun 2026. Melalui agenda Capacity Building Jurnalis bertajuk "Dari Rumit ke Relevan", BI Kalsel berupaya mengubah wajah informasi ekonomi yang kaku menjadi sajian berita yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menerjemahkan Angka Menjadi Cerita


Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel, Aloysius Donanto H. W., menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini bukanlah kurangnya informasi, melainkan bagaimana informasi tersebut dipahami. Ia berharap 50 jurnalis yang hadir dapat berperan sebagai "penerjemah" kebijakan otoritas moneter.




> "Ekonomi seringkali dianggap sebagai menara gading yang penuh angka rumit. Melalui kolaborasi ini, kami ingin jurnalis mampu membawa pemahaman ekonomi yang lebih baik, sehingga masyarakat tidak hanya tahu, tapi paham bagaimana kondisi ekonomi memengaruhi dapur mereka," ujar Aloysius.

Kesiapan Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Selain edukasi media, BI Kalsel memaparkan langkah konkret dalam menjaga stabilitas daerah, terutama menjelang momentum besar keagamaan. Beberapa poin strategis yang disampaikan meliputi:


 * Layanan Penukaran Uang Terpadu: BI Kalsel telah memetakan lebih dari 100 titik penukaran uang di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.


 * Sistem Paket Pecahan: Untuk meningkatkan efisiensi dan pemerataan, penukaran akan menggunakan sistem paket yang telah disesuaikan dengan kebutuhan rata-rata masyarakat.


 * Stabilitas Harga (TPID): Penguatan koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan stok pangan aman dan harga tetap terjangkau saat permintaan meningkat.

Menghadirkan Perspektif Ahli


Kegiatan ini juga menghadirkan Aris Prasetyo, Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis dari media nasional, yang membagikan teknik mengemas data inflasi menjadi berita yang menarik perhatian pembaca. Dari sisi internal, Tisna Faisal Ayathollah, Kepala Unit Kehumasan BI Kalsel, turut memaparkan pentingnya sinergi antara kebijakan publik dan komunikasi massa yang transparan.


Langkah BI Kalsel ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi di atas kertas, tetapi juga menumbuhkan rasa optimisme di tengah masyarakat Bumi Lambung Mangkurat dalam menghadapi tantangan ekonomi tahun 2026.