Inovasi Gizi di Banjarmasin Tengah: Dapur Mawar 3 Hadir dengan Misi Sehatkan Ribuan Warga

Header Menu

Koran online

Koran online
Mengukap Fakta Dan Menginspirasi Perubahan

Kontributor

Inovasi Gizi di Banjarmasin Tengah: Dapur Mawar 3 Hadir dengan Misi Sehatkan Ribuan Warga

Selasa, 17 Februari 2026

 




BANJARMASIN – Sebuah pusat layanan gizi terpadu kini resmi hadir memperkuat ketahanan kesehatan di jantung Kota Banjarmasin. Peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mawar 3 yang berlokasi di Jalan Cempaka XIII pada Selasa (17/02), menjadi bukti keseriusan dalam mengawal kualitas asupan masyarakat, khususnya bagi generasi muda dan kelompok rentan.


Dikelola secara profesional oleh Yayasan Pengusaha Pejuang Kalimantan Selatan, dapur kategori reguler ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan gizi sekitar 2.500 hingga 3.000 jiwa. Program ini memiliki sasaran luas, mencakup pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, serta menjadi penopang nutrisi bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah sekitar.


Ketua Yayasan Pengusaha Pejuang Kalsel, Dr. H. Agus Febrianto, SE., M.Si, menjelaskan bahwa operasional dapur ini merupakan respons langsung terhadap terpenuhinya kuota penerima manfaat di wilayah Mawar. "Ketika indikator kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi sesuai standar pemerintah, kami langsung bergerak melakukan persiapan teknis. Ini bukan hanya soal makan, tapi soal menjaga kualitas sumber daya manusia ke depan," jelasnya.





Selain fungsi kesehatan, keberadaan SPPG Mawar 3 membawa dampak ekonomi yang nyata bagi warga setempat. Fasilitas ini menyerap sedikitnya 47 tenaga relawan lokal yang dalam operasionalnya dipandu langsung oleh tiga ahli gizi profesional dari pemerintah pusat. Sinergi ini menjamin setiap paket makanan yang keluar dari dapur telah melewati pengawasan standar kesehatan yang ketat.


Menariknya, pengelola juga sudah memitigasi tantangan distribusi saat memasuki bulan Ramadan mendatang. Berdasarkan petunjuk teknis yang ada, layanan akan beralih ke format "menu kering" agar tetap higienis dan praktis, dengan waktu pengantaran yang tetap konsisten antara pukul 08.00 hingga 12.00 WITA.


Melalui peresmian ini, diharapkan muncul efek berganda (multiplier effect) yang tidak hanya memberantas masalah kekurangan gizi, tetapi juga memicu partisipasi komunitas dalam menciptakan lingkungan yang lebih sejahtera dan mandiri.

Perbedaan Utama Versi Ini:


 * Diksi Segar: Menggunakan istilah seperti "Pusat layanan gizi terpadu", "Mengawal kualitas asupan", dan "Mitigasi tantangan".


 * Struktur: Memasukkan detail angka relawan dan ahli gizi di tengah paragraf untuk menekankan profesionalitas kerja.

 * Fokus: Menyoroti "Indikator kebutuhan masyarakat" sebagai alasan berdirinya dapur, bukan sekadar peresmian biasa.