BANJARMASIN – Gangguan kecemasan atau Anxiety Disorder seringkali menghadirkan sensasi fisik yang begitu mencekam hingga penderitanya kerap merasa sedang terkena serangan mistis atau santet. Menanggapi fenomena ini, Therapi Abu Syifa Banjarmasin merilis panduan edukasi komprehensif untuk membantu masyarakat membedakan antara gejala medis dan asumsi mistis, serta memberikan solusi pemulihan yang tepat.
Memahami "Siklus Pikiran Horor"
Banyak penderita anxiety terjebak dalam apa yang disebut sebagai siklus pikiran horor atau overthinking. Kondisi ini dimulai ketika pikiran mendeteksi bahaya imajiner, yang kemudian mengirimkan sinyal panik ke seluruh sistem saraf pusat. Hal ini menciptakan "Sensasi Mirip Santet" di mana gejala fisik memuncak tanpa sebab medis yang jelas (hasil lab normal), sehingga penderita sering menyimpulkan adanya serangan gaib.
Beberapa sensasi fisik yang sering menipu antara lain:
* Dada Sesak & Jantung Berdebar: Disebabkan oleh lonjakan hormon adrenalin, bukan karena gangguan tak kasat mata.
* Otot Kaku & Kesemutan: Merupakan respon ekstrem "fight or flight" tubuh yang menyerang area leher dan punggung.
* Ketakutan Spesifik: Munculnya rasa takut akan kematian, penyakit, hingga sensitivitas terhadap suara dan lingkungan.
Bukan Sekadar "Kurang Iman"
Edukasi ini juga menekankan bahwa Anxiety Disorder bukanlah hal sepele, bukan sekadar masalah "kepikiran", dan bukan pula tanda "kurang iman". Gejala seperti kelelahan mental dan perasaan tidak tenang yang terus-menerus adalah kondisi medis nyata akibat reaksi biokimia tubuh terhadap kecemasan berlebih.
Solusi Pemulihan Terpadu
Therapi Abu Syifa menawarkan pendekatan dua arah untuk menangani masalah mental dan fisik secara bersamaan:
1. Penanganan Mental (Hipnoterapi & Pendampingan)
Melalui pendampingan profesional, penderita dibantu untuk mengurai akar kecemasan secara rasional guna menenangkan kembali sistem saraf. Pihak Abu Syifa menekankan pentingnya bantuan tenaga ahli agar penderita tidak melakukan diagnosa mandiri (self-diagnosis) yang bisa memperburuk siklus kecemasan.
2. Penanganan Fisik (Totok Syaraf)
Selain masalah kecemasan, layanan ini juga mencakup pemulihan fisik melalui metode Totok Syaraf. Metode stimulasi titik meridian ini difokuskan untuk:
* Rehabilitasi Stroke: Mengaktifkan kembali fungsi motorik dan bicara.
* Solusi Saraf Terjepit (HNP): Melepaskan tekanan saraf pada jalur tulang belakang untuk meredakan nyeri, kebas, dan kesemutan.
* Aktivasi Sirkulasi: Melancarkan aliran darah dan oksigen untuk memicu regenerasi jaringan secara alami.
Reservasi dan Informasi
Therapi Abu Syifa berkomitmen pada metode penyembuhan alami tanpa obat-obatan kimia yang aman untuk berbagai usia. Bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi atau penanganan, dapat menghubungi:
* Layanan: Hipnoterapi, Pendampingan Kecemasan, dan Totok Syaraf.
* WhatsApp/Kontak: 0887-4471-9370.
* Lokasi: Banjarmasin.
"Sadar adalah langkah awal menuju pemulihan," pungkas pesan edukasi tersebut, mengingatkan bahwa kondisi kecemasan sangat bisa disembuhkan dengan pola pikir dan terapi yang tepat.
Informasi ini dirangkum berdasarkan Infografis Kesehatan 2026 Therapi Abu Syifa.
