BANJARMASIN – Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) resmi merilis hasil survei indeks kepuasan masyarakat terhadap satu tahun kepemimpinan Gubernur H. Muhidin dan Wakil Gubernur H. Hasnuryadi Sulaiman. Hasil survei menunjukkan tren positif dengan rata-rata kepuasan masyarakat Kalimantan Selatan mencapai 63,25%.
Angka ini mencerminkan apresiasi publik terhadap stabilitas pemerintahan, meskipun terdapat catatan kritis pada beberapa sektor fundamental di lapangan.
Dominasi Rapor Hijau di Sektor Infrastruktur dan Transportasi
Keberhasilan duet Muhidin-Hasnuryadi paling dirasakan masyarakat pada sektor pembangunan fisik dan kemudahan akses. Berdasarkan data yang dihimpun per Februari 2026, sektor Transportasi menempati puncak kepuasan dengan angka 77,50% "Sangat Puas".
Hal ini sejalan dengan potret pembangunan di ibukota provinsi, Banjarmasin, di mana sektor Tata Kelola Pemerintahan mendapatkan skor sangat tinggi sebesar 75,50%. Keterbukaan informasi publik juga menjadi primadona dengan tingkat kepuasan mencapai 77%, menandakan birokrasi yang semakin transparan dan mudah diakses oleh warga Banua.
Catatan Kritis: Sosial dan Lingkungan Masih Jadi PR
Di balik pencapaian tersebut, LS Vinus memberikan "lampu kuning" pada aspek kesejahteraan sosial dan ekologi. Di wilayah perkotaan seperti Banjarmasin dan sekitarnya, sektor Sosial mencatatkan angka "Kurang Puas" sebesar 49,25%.
Masyarakat juga menyoroti isu lingkungan hidup. Sebanyak 47% responden menyatakan kurang puas terhadap tata kelola lingkungan. Masalah ini disinyalir berkaitan dengan penanganan limbah dan mitigasi dampak perubahan iklim yang belum menyentuh level akar rumput secara maksimal.
Suara Rakyat: Menolak Pilkada Lewat DPRD
Selain mengevaluasi kinerja, survei ini juga menangkap dinamika politik lokal. Masyarakat Kalimantan Selatan secara tegas menyatakan sikap terkait wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah. Sebanyak 83% responden menyatakan TIDAK SETUJU jika Pilkada dikembalikan ke DPRD. Mayoritas warga tetap menginginkan hak pilih langsung berada di tangan rakyat.
Metodologi dan Keandalan Data
Survei ini dilakukan pada 11-18 Februari 2026 dengan metode Cluster Random Sampling terhadap 400 responden di seluruh Kalimantan Selatan. Dengan margin of error sebesar 2,5% dan tingkat kepercayaan 95%, hasil ini dianggap representatif untuk memotret kondisi riil di lapangan.
