**KABUPATEN BANJAR** – Semangat kekeluargaan menyelimuti kediaman Pembina FKPWK, **Junaidi**, di Komplek Persada Raya 2 (PR2), Sungai Lulut, pada Minggu (5/4/2026). Momentum tahunan yang telah memasuki pelaksanaan ke-4 ini sukses mempertemukan **ratusan warga** yang mencakup keterwakilan hingga **empat generasi**.
Acara akbar ini menjadi titik temu bagi keluarga besar dari berbagai wilayah, mulai dari keturunan Almarhum Kai Zailani (Kai Paal 4), Almarhum Kai Abdul Hamid (Kai Kurau), hingga warga asal Birayang dan Barikin. Tak ketinggalan, kerabat dari lintas alumni SMAN 7 Banjarmasin turut hadir mempererat simpul persaudaraan.
### **Misi Mengurai Benang Kusut dan Mempererat Sosial**
Dalam suasana yang penuh kehangatan, para tokoh organisasi memberikan pesan-pesan strategis bagi penguatan fondasi kekeluargaan:
* **Junaidi (Pembina FKPWK):** Selaku tuan rumah, ia menegaskan bahwa menjaga komunikasi adalah amanah orang tua yang harus dijadikan budaya. "Keluarga adalah pondasi bangsa. Jika ikatan keluarga kuat, maka masyarakat dan negara pun akan kokoh," ungkapnya.
* **Dr. Drs. Akhmad Murjani, M.Kes., S.H., M.H. (Ketua Harian FKPWK):** Beliau menekankan bahwa silaturahmi ini adalah ajang untuk **"mengurai benang kusut"**. Segala sumbat komunikasi atau kesalahpahaman masa lalu dilarutkan melalui pertemuan tatap muka dan senyuman tulus antar sesama insan.
* **Advokat H. Rachmad Fadillah, S.H. (Ketua Umum FKPWK):** Mengapresiasi konsistensi kegiatan yang telah berjalan rutin. Ia mengajak seluruh anggota untuk selalu memiliki jiwa sosial yang tinggi dan senantiasa berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
### **Nuansa Religius dan Jamuan Berlimpah**
Acara juga diisi dengan siraman rohani oleh **Guru Gabin (Al Ustadz Nor Ipansyah, S.Ag)**. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk terus memupuk ukhuwah Islamiyah dan menjaga hubungan baik antar sesama manusia sebagai bentuk rasa syukur setelah bulan Ramadan.
Keakraban makin terasa dengan penyajian **berbagai macam hidangan makanan utama** dan **aneka kue** tradisional maupun modern. Kemeriahan pun semakin lengkap dengan adanya **hiburan musik** yang membawakan lagu-lagu pilihan, menciptakan atmosfer yang santai bagi para sesepuh maupun generasi muda untuk saling bercengkerama.
### **Edukasi Silsilah bagi Generasi Muda**
Salah satu poin krusial dalam pertemuan tahun 2026 ini adalah memperkenalkan silsilah keluarga kepada anak cucu. Kehadiran empat generasi secara fisik diharapkan dapat membuat generasi muda mengenal asal-usul dan leluhur mereka, sehingga identitas keluarga besar Persada Raya tetap terjaga di tengah dinamika zaman modern.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk terus menjaga tali silaturahmi ini sebagai perekat sosial bagi masyarakat Kalimantan, baik yang menetap di daerah asal maupun yang berada di perantauan.
